Sabtu, 18 Maret 2017

PSIKOLOGI PENDIDIKAN: Rentang Usia, Jenjang Pendidikan, Metode Pembelajaran


Disusun Oleh:
KELOMPOK 2

Pendidikan adalah proses pertumbuhan yang berlangsung melalui tindakan-tindakan belajar (Whiterington, 1982:10). Dari batasan di atas terlihat adanya kaitan yang sangat kuat antara psikologi pendidikan dengan tindakan belajar. Jadi pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua orang dapat diperlakukan dengan porsi yang sama. Dengan adanya perbedaan rentang usia pastinya terdapat daya tampung ilmu yang berbeda-beda tiap rentangnya. Oleh sebab itu terbentuklah suatu jenjang pendidikan yang disesuaikan dengan usia dan kapasitasnya masing-masing. Adapun 4 Jenjang Pendidikan di Indonesia sendiri, yakni: PG/TK, SD, SMP, dan SMA.


  
MASA PRA-SEKOLAH (PG/TK)

Taman kanak-kanak (bahasa Inggriskindergarten), disingkat TK, adalah jenjang pendidikan anak usia dini (usia 6 tahun atau di bawahnya) dalam bentuk pendidikan formal. Kurikulum TK ditekankan pada pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Lama masa belajar seorang murid di TK biasanya tergantung pada tingkat kecerdasannya yang dinilai dari rapor per semester. Secara umum untuk lulus dari tingkat program di TK selama 2 (dua) tahun, yaitu:
·         TK 0 (nol) Kecil (TK kecil) selama 1 (satu) tahun
·         TK 0 (nol) Besar (TK besar) selama 1 (satu) tahun
Setelah lulus dari TK, atau pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah lainnya yang sederajat, murid kemudian melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi di atasnya, yaitu Sekolah Dasar atau yang sederajat. Di Indonesia, seseorang tidak diwajibkan untuk menempuh pendidikan di TK. Usia Taman kanak-kanak (Pra sekolah) merupakan fase pekembangan individu : 2-6 tahun, anak mulai memiliki kesadaran tentang dirinya (pria dan wanita), Pada masa usia dini anak mengalami masa keemasan (the golden years) yang merupakan masa dimana anak mulai peka/sensitive untuk menerima berbagai rangsangan. Masa peka pada masing-masing anak berbeda, seiring dengan laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual. Masa peka adalah masa terjadinya kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Berikut Beberapa Aspek-Aspek Perkembangan Anak Usia Dini :

1.      Aspek Perkembangan Kognitif
Tahapan Perkembangan Kognitif sesuai dengan teori Piaget adalah: (1) Tahap sensorimotor, usia 0 – 2 tahun. Pada masa ini kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks, bahas awal, waktu sekarang dan ruang yang dekat saja; (2) Tahap pra-operasional, usia 2 – 7 tahun. Masa ini kemampuan menerima rangsangan yang terbatas. Anak mulai berkembang kemampuan bahasanya, walaupun pemikirannya masih statis dan belum dapat berpikir abstrak, persepsi waktu dan tempat masih terbatas; (3) Tahap konkret operasional, 7 – 11 tahun.

Pada tahap ini anak sudah mampu menyelesaikan tugas-tugas menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat dan membagi; (4) Tahap formal operasional, usia 11 – 15 tahun. Pada masa ini, anak sudah mampu berfikir tingkat tinggi, mampu berfikir abstrak.

2.      Aspek Perkembangan Fisik
Perkembangan motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan ototter koordinasi (Hurlock: 1998). Keterampilan motorik anak terdiri atas keterampilan motorik kasar dan keterampilan motorik halus. Keterampilan motorik anak usia 4-5 tahun lebih banyak berkembang pada motorik kasar, setelah usia 5 tahun baru terjadi perkembangan motorik halus.

Pada usia 4 tahun anak-anak masih suka jenis gerakan sederhana seperti berjingkrak-jingkrak, melompat, dan berlari kesana kemari, hanya demi kegiatan itu sendiri tapi mereka sudah berani mengambil resiko. Walaupun mereka sudah dapat memanjat tangga dengan satu kaki pada setiap tiang anak tangga untuk beberapa lama, mereka baru saja mulai dapat turun dengan cara yang sama.

Pada usia 5 tahun, anak-anak bahkan lebih berani mengambil resiko dibandingkan ketika mereka berusia 4 tahun. Mereka lebih percaya diri melakukan ketangkasan yang mengerikan seperti memanjat suatu obyek, berlari kencang dan suka berlomba dengan teman sebayanya bahkan orangtuanya (Santrock,1995: 225)

3.      Aspek Perkembangan Bahasa
Hart & Risley (Morrow, 1993) mengatakan umur 2 tahun, anak-anak memproduksi rata-rata dari 338 ucapan yang dapat dimengerti dalam setiap jam, cakupan lebih luas adalah antara rentangan 42 sampai 672. 2 tahun lebih tua anak-anak dapat mengunakan kira-kira 134 kata-kata pada jam yang berbeda, dengan rentangan 18 untuk 286.

Membaca dan menulis merupakan bagian dari belajar bahasa. Untuk bisa membaca dan menulis, anak perlu mengenal beberapa kata dan beranjak memahami kalimat. Dengan membaca anak juga semakin banyak menambah kosa kata. Anak dapat belajar bahasa melalaui membaca buku cerita dengan nyaring. Hal ini dilakukan untuk mengajarkan anak tentang bunyi bahasa.

4.      Aspek Perkembangan Sosio-Emosional
Masa TK merupakan masa kanak-kanak awal. Pola perilaku sosial yang terlihat pada masa kanak-kanak awal, seperti yang diungkap oleh Hurlock (1998:252) yaitu: kerjasama, persaingan, kemurahan hati, hasrat akan penerimaan sosial, simpati, empati, ketergantungan, sikap ramah, sikap tidak mementingkan diri sendiri, meniru, perilaku kelekatan.

Erik Erikson (1950) dalam Papalia dan Old, 2008:370 seorang ahli psiko analisis mengidentifikasi perkembangan sosial anak: (1) Tahap 1: Basic Trust vs Mistrust (percaya vs curiga), usia 0-2 tahun. Dalam tahap ini bila dalam merespon rangsangan, anak mendapat pengalaman yang menyenangkan akan tumbuh rasa percaya diri, sebaliknya pengalaman yang kurang menyenangkan akan menimbulkan rasa curiga; (2) Tahap 2 : Autonomy vs Shame & Doubt (mandiri vs ragu), usia 2-3 tahun. Anak sudah mampu menguasai kegiatan meregang atau melemaskan seluruh otot-otot tubuhnya.

Anak pada masa ini bila sudah merasa mampu menguasai anggota tubuhnya dapat meimbulkan rasa otonomi, sebaliknya bila lingkungan tidak member kepercayaan atau terlalu banyak bertindak untuk anak akan menimbulkan rasa malu dan ragu-ragu; (3) Tahap 3 : Initiative vs Guilt (berinisiatif vs bersalah), usia 4-5 tahun.

Pada masa ini anak dapat menunjukkan sikap mulai lepas dari ikatan orang tua, anak dapat bergerak bebas dan berinteraksi dengan lingkungannya. Kondisi lepas dari orang tua menimbulkan rasa untuk berinisiatif, sebaliknya dapat menimbulkan rasa bersalah; (4) Tahap 4 : industry vs inferiority (percaya diri vs rasa rendah diri), usia 6 tahun – pubertas.

Anak telah dapat melaksanakan tugas-tugas perkembangan untuk menyiapkan diri memasuki masa dewasa. Perlu memiliki suatu keterampilan tertentu. Bila anak mampu menguasai suatu keterampilan tertentu dapat menimbulkan rasa berhasil, sebaliknya bila tidak menguasai, menimbulkan rasa rendah diri.

Metode Belajar yang Tepat untuk PG/TK
Anak-anak pada usia prasekolah memiliki cirri khas yaitu bermain. Metode pembelajaran melalui bermain adalah metode belajar yang paling tepat digunakan untuk PG/TK. Bermain merupakan kebutuhan anak. Bermain merupakan aktivitas yang positif bagi anak, karena terkandung bermacam-macam fungsi dalam pengembangan kemampuan fisik, motorik, intelektual, bahasa, emosi, dan sosial.
·         Untuk mengembangkan stimulasi kreativitas pada anak, tenaga pendidik dapat memberikan waktu luang pada anak. Biarkan anak menggunakan imajinasinya untuk mengeksplorasi dunia kecilnya.
·         Untuk mengendalikan emosi anak, tenaga pendidik dapat membicarakan ketakutan anak itu, memberinya rasa aman, serta membantu anak dalam mengendalikan emosinya.
·         Untuk mengendalikan sosial anak, tenaga pendidik dapat melibatkan anak dalam suatu kelompok sehingga anak dapat berinteraksi dengan anak-anak lain, belajar bekerja sama, dan melatih kemampuan sosialnya dalam memahami apa yang benar dan apa yang salah serta memahami sudut pandang orang lain.
·         Untuk pemahaman gender, tenaga pendidik harus memberikan pendekatan kepada anak tentang perbedaan biologis anak perempuan dengan anak laki-laki.

Strategi pembelajaran untuk anak PG/TK
Tenaga pendidik dapat melakukan hal-hal di bawah ini dalam mengajar anak-anak.
·         Belajar melalui bernyanyi, dengan bernyanyi dapat membantu mengembangkan rasa percaya diri pada anak, mengembangkan daya ingat anak, dan kemampuan bahasa anak.
·         Belajar melalui bercerita, tenaga pendidik dapat memanfaatkan nilai-nilai positif dari cerita untuk mengembangkan pengetahuan sosial anak, menambah nilai moral dan pengalaman belajar untuk mendengarkan.




MASA SEKOLAH DASAR (SD)

Sekolah dasar (disingkat SD) adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia. Sekolah dasar ditempuh dalam waktu 6 tahun, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Saat ini murid kelas 6 diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (Ebtanas) yang mempengaruhi kelulusan siswa. Lulusan sekolah dasar dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat SLTP.
Pelajar sekolah dasar umumnya berusia 7-12 tahun (masa kanak-kanak akhir). Di Indonesia, setiap warga negara berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, yakni sekolah dasar (atau sederajat) 6 tahun dan sekolah menengah pertama (atau sederajat) 3 tahun. Sehubungan dengan rentang usia tersebut, adapun beberapa ciri peserta didik pada tahapan ini (kanak-kanak akhir) adalah sebagai berikut:

A.PERKEMBANGAN FISIK
1. Tinggi dan Berat
Anak-anak tumbuh sekitar 5-8 cm tiap tahunnya antara usia 6 dan 11  tahun dan berat badan meningkat kira-kira dua kali lipat selama pada masa ini. Anak perempuan mempertahankan sedikit lebih banyak lapisan lemak daripada anak laki-laki, suatu karakteristik  yang akan bertahan sampai masa dewasa.
2. Otak
Merupakan perkembangan yang terpenting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Otak dan kepala merupakan bagian yang tumbuh paling cepat. Meningkatnya ukuran otak disebabkan oleh peningkatan jumlah dan ukuran syaraf-syaraf dalam, dan diantaranya bagian-bagian otak. Peningkatan ukuran otak disebabkan oleh peningkatan mielinisasi yaitu proses dimana sel-sel syaraf dilapisi dan diisolasi oleh sebuah lapisan sel-sel lemak, efeknya dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan penyaluran informasi melalui system syaraf. Mielinisasi penting bagi pendewasaan anak, peningkatan kematangan otak dikombinasikan untuk memperoleh pengalaman dan pemunculan kemampuan kognitif.
3. Perkembangan Motorik Kasar
Contohnya seperti kemampuan anak untuk duduk, berlari, dan melompat. Otot-otot besar dan sebagian atau seluruh anggota tubuh digunakan oleh anak untuk melakukan gerakan tubuh. Perkembangan motorik kasar dipengaruhi oleh proses kematangan anak. Karena proses kematangan setiap anak berbeda, maka laju perkembangan seorang anak bisa saja berbeda dengan anak lainnya.
4. Perkembangan Motorik Halus
Adapun perkembangan motorik halus merupakan perkembangan gerakan anak yang menggunakan otot-otot kecil atau sebagian anggota tubuh tertentu. Perkembangan pada aspek ini dipengaruhi oleh kesempatan anak untuk belajar dan berlatih. Kemampuan menulis, menggunting, dan menyusun balok, termasuk contoh gerakan motorik halus.

B. PERKEMBANGAN KOGNITIF
Menurut Piaget (1952) masa kanak-kanak adalah masa pra operasional. Anak-anak prasekolah membentuk konsep yang stabil, dan mereka memulainya dari akal, tetapi pikiran mereka rusak karena egosentris dan sistem kepercayaan magis.
PENDEKATAN PIAGET: OPERASIONAL KONKRET
Terbentuk kira-kira pada usia 7-11 tahun. Pada tahap ini, anak-anak dapat melakukan operasi konkrit, dan berpikir secara logika selama dapat diaplikasikan secara spesifik ataupun contoh yang spesifik. Ingat bahwa operasi adalah tindakan mental yang bersifat reversibel, dan operational concrete dapat diaplikasikan secara nyata, benda-benda konkrit.
Anak yang telah mencapai tahap concrete operational juga mampu dalam seriation, dimana kemampuan tersebut mampu menstimulasi sepanjang dimensi kuantitatif (contohnya panjang). Seperti contoh, seorang guru meletakkan 8 buah tongkat dalam ukuran panjang yang berbeda dan guru meminta mereka untuk mengurutkannya. Namun, anak–anak mengurutkannya berdasarkan ukuran ‘besar’ dan ‘kecil’ daripada mengurutkannya sesuai ukuran. Seharusnya pengurutannya berdasarkan dari pendek ke panjang.

C. PERKEMBANGAN BAHASA
Bahasa adalah sebuah sistem komunikasi yang terdiri atas kata-kata dan simbol-simbol yang digabungkan dalam suatu aturan dan digunakan untuk menghasilkan pesan dalam jumlah tak terbatas Anak-anak dapat menggunakan bahasa untuk mempengaruhi perilaku orang lain, untuk mengeksplorasi dan belajar tentang lingkungan mereka, dan untuk diri dari kenyataan dengan menggunakan imajinasi mereka.
Bahasa membantu anak untuk mengatur persepsi dan pemikiran, mengendalikan tindakan mereka, dan bahkan untuk memodifikasi emosi mereka. Salah satu bagian terpenting dalam proses belajar pada perkembangan anak adalah pengembangan komunikasi komunikatif dimana anak-anak mengalami kemampuan dalam menyampaikan pikiran, perasaan, dan niat dalam cara yang berarti dan budaya. Komunikasi didefinisikan ke dalam dua proses yaitu kita mengirim dan menerima pesan kepada orang lain.

Metode Belajar Untuk Anak SD (Anak-AnakAkhir)
Berdasarkan perkembangan usia anak-anak akhir tersebut maka kita harus memilah metode mana saja yang tepat untuk usia 6-11 tahun tersebut, diantaranya :
1.      Metode “chungking
Metode chungking adalah metode yang memudahkan siswa dalam mengingat sesuatu. Misalnya mengingat sederet kata: sapi, rumput, lapangan, tennis, air, anjing, danau. Dalam hal ini siswa bisa mempergunakan metode chunking untuk mengingat kata tersebut, yaitu : “SAPI terlihat makan RUMPUT disamping LAPANGAN TENIS. Setelah itu ia meminum AIR yang tidak jauh dari ANJING yang sedang memandang DANAU di seberang.”
Cara yang efektif dalam metode ini adalah banyak bertanya. Apabila guru sudah banyak memberikan instruksi kepada siswa untuk menghafal sesuatu, siswa harus diberi pertanyaan yang banyak terkait dengan materi yang dipelajari. Ini dilakukan untuk mengetahui letak kesulitan siswa dalam menghafal sehingga guru bisa langsung membantu permasalahannya tersebut.

2.      Metode Belajar Kolaboratif
Metode belajar kolaboratif ini adalah kegiatan belajar dimana siswa SD dibagi dalam beberapa kelompok dan bekerja sama dalam menyelesaikan masalah untuk menempuh suatu tujuan. Metode belajar kelompok ini juga bermanfaat dalam mengasah kemampuan sosial anak, bekerja sama dengan teman yang lain, dan menjadi pemimpin dalam sebuah kelompok. Metode ini dapat juga mengasah kemampuan komunikasi komunikatif anak.

3.      Metode Alat Peraga dan Contoh Konkret
Mengacu pada Piaget, bahwa anak usia 6-11 tahun berada dalam tahap operasional konkret bahwa anak akan menangkap objek secara nyata dan benda-benda konkret maka menggunakan alat peraga dan simbol adalah alat bantu yang baik untuk memahami materi pembelajaran yang disampaikan guru. Misalnya, dengan mempraktikkan gaya pegas dengan langsung membawa ketapel, atau menghitung penjumlahan dan pengurangan  dengan sempoa.



MASA SMP (SEKOLAH MENENGAH PERTAMA)

Sekolah menengah pertama (disingkat SMP, bahasa Inggris: junior high school) adalah jenjang pendidikan dasar pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus sekolah dasar (atau sederajat). Sekolah menengah pertama ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 7 sampai kelas 9. Murid kelas 9 diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (dahulu Ebtanas) yang memengaruhi kelulusan siswa. Lulusan sekolah menengah pertama dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan (atau sederajat).
Pelajar sekolah menengah pertama umumnya berusia 13-15 tahun. Di Indonesia, setiap warga negara berusia 7-15 tahun tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, yakni sekolah dasar (atau sederajat) 6 tahun dan sekolah menengah pertama (atau sederajat) 3 tahun. Dengan kata lain peserta didik pada jenjang ini adalah kalangan remaja, terutama remaja awal.
Remaja atau adolescence bersal dari bahasa latin “adolescence” yang berarti tumbuh kearah kematangan. Kematangan yang dimaksud adalah bukan hanya kematangan fisik saja, tetapi juga kematangan sosial dan psikologis. Remaja juga dapat didefinisikan sebagai tahap perkembangan transisi yang membawa individu dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Ada dua pandangan teoritis tentang remaja. Menurut pandangan teoritis pertama yang dicetuskan oleh Psikolog G.Stanley Hall : Adolescence is atime of “strom and stess”. Artinya, remaja adalah masa yang penuh dengan “badai dan tekanan jiwa”, yaitu masa dimana terjadi perubahan besar secara fisik, intelektual dan emossional pada seseorang yang menyebabkan kesedihan dan kebimbangan (konflik) pada yang bersangkutan, serta dapat menimbulkan konflik dengan lingkungannya. Dalam hal ini Sigmund freud dan Erikson meyakini bahwa perkembangan pada masa remaja penuh dengan konflik. Menurut teoritis yang kedua, masa remaja bukanlah masa yang penuh dengan konflik. Menurut hurlock (1964) remaja awal (12/13 tahun-17/18 tahun), remaja akhir (17/18 tahun-21/22 tahun).

Ciri-ciri Remaja Awal (10-14 tahun).
1)      Ciri fisik:
v  Laju perkembangan secara umum berlangsung sangat cepat/pesat.
v  Proporsi ukuran tinggi dan berat badan sering kali kurang seimbang.
v  Munculnya ciri-ciri sekunder (tumbuh bulu pada pubic region, otot mengembang pada bagian-bagian tertentu), disertai mulai aktifnya sekresi kelenjar jenis kelamin (menstruasi pada wanita dan day dreaming pada laki-laki).
2)      Ciri Psikomotor :
v  Gerak-gerik tampak canggung dan kurang terkoordinasikan.
v  Aktif dalam berbagai jenis cabang permainan.
3)      Ciri Bahasa:
v  Berkembangnya penggunaan bahasa sandi dan mulai  tertarik mempelajari bahasa asing.
v  Menggemari literatur yang bernafaskan dan mengandung segi erotik, fantastik, dan estetik.
Ciri-ciri Perkembangan Remaja
Perkembangan remaja terlihat dengan ciri-ciri sebagai berikut :
A.    Perkembangan Biologis
Perubahan fisik seperti pubertas merupakan hasil aktifitas hormonal dibawah pengaruh sistem saraf pusat. Perubahan fisik yang sangat jelas tampak pada pertumbuhan peningkatan fisik dan pada penampakan serta perkembangan karakteristik seks sekunder.
B.     Perkembangan Psikologis
Teori psikososial tradisional menganggap bahwa kritis perkembangan pada masa remaja menghasilkan terbentuknya identitas. Pada masa remaja mereka mulai melihat dirinya sebagai individu yang lain.
C.    Perkembangan Kognitif
Berfikir kognitif mencapai puncaknya pada kemampuan berfikir abstrak. Remaja tidak lagi dibatasi dengan kenyataan dan aktual yang merupakan ciri periode konkret, remaja juga memerhatikan terhadap kemungkinan tentang hal yang akan terjadi. Proses berfikir sudah mampu mengoperasikan kaidah-kaidah logika formal (asosiasi,diferensiasi, komparasi, kausalitas) yang bersifat abstrak, meskipun relatif terbatas. Kecakapan dasar intelektual menjalani laju perkembangan yang terpesat dan cepat. Kecakapan dasar khusus (bakat) mulai menunjukkan kecenderungan-kecenderungan yang lebih jelas.
D.  Perkembangan Moral
Adanya ambivalensi antara keinginan bebas dari dominasi pengaruh orang tua dengan kebutuhan dan bantuan dari orang tua. Dengan sikapnya dan cara berfikirnya yang kritis seorang remaja mulai mengiuji kaidah-kaidah atau sistem nilai etis dengan kenyataannya dalam perilaku sehari-hari oleh para pendukungnya.
E.     Perkembangan Spiritual
Seorang remaja mampu memahami konsep abstrak dan menginterpirasikan analogi serta simbol-simbol. Mereka mampu berempati, berfilosofi, dan berfikir secara logis. Kemudian mengenai eksistensi dan sifat kemurahan dan keadilan Tuhan mulai dipertakan secara kritis dan skeptis. Penghayatan kehidupan keagamaan sehari-hari dilakukan atas pertimbangan  adanya semacam tuntutan yang memaksa dari luar dirinya. Dan masih mencari dan mencoba menemukan pegangan hidup.
F.     Perkembangan Sosial
Remaja harus mampu membebaskan diri mereka dari dominasi keluarga dan menetapkan sebuah identitas yang mandiri dari kewenangan keluarga. Masa remaja adalah masa dengan kemampuan bersosialisasi yang kuat terhadap teman dekat dan teman sebaya.

Ciri Konatif, Emosi,  Afektif, dam Kepribadian remaja :
a)      Lima kebutuhan dasar ( fisiologis,rasa aman, kasih sayang, harga diri, dan aktualisasi diri) mulai menunjukkan arah kecenderungannya.
b)      Reaksi-reaksi dan ekspresi emosionalnya masih labih dan belum terkendali seperti pernyataan marah, gembira atau kesedihannya masih dapat berubah-ubah dan silih berganti dalam waktu yang cepat.
c)      Kecenderungan-kecenderunganarah sikap nilai mulai tampak (teoritis, ekonomis, estetis, sosial, politis, dan religius), meski masih dalam taraf eksplorasi dan mencoba-coba.
d)     Merupakan masa kritis dalam rangka menghadapi kritis identitanya yang sangat dipengaruhi oleh kondisi psikososialnya, yang akan membentuk kepribadiannya.
Macam Metode Pembelajaran untuk siswa SMP
Siswa SMP adalah siswa yang rata- rata berumur remaja yang menurut ahli perkembangan erik erikson berada dalam masa mencari identitas.jadi menurut pendapat ahli tersebut dapat ditarik beberapa metode yang cocok digunakan untuk siswa smp
1. Metode pembelajaran memungkinkan komunikasi 2 arah terjadi seperti guru memberikan materi berupa ceramah,kemudian guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya.,jika tidak ada siswa yang bertanya maka guru dapat memberikan dorongan dengan membuatnya menjadi tertarik untuk bertanya
2. Metode pembelajaran kelompok
Rata rata remaja usia smp suka berkelompok dengan teman teman sebayanya,jadi naluriberkelompok tersebut dapat digunakan oleh guru untuk menunjang pembelajaran
3. Metode pembelajaran berdasarkan masalah yang berkembang kemudian guru bisa mengajak siswanya untuk menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama



MASA SMA (SEKOLAH MENENGAH DASAR)

Masa SMA adalah masa transisi dari usia remaja menuju kedewasaan awal, sehingga logika orang dewasa bagi anak usia SMA sudah masuk dalam frame berpikirnya. Di saat yang sama pada usia SMA, seorang remaja masih belum punya beban dan tekanan sebagaimana layaknya orang dewasa. Adapun beberapa ciri seseorang pada tahapan ini ialah:
1.      Seorang siswa SMA biasaya ada pada tahap Remaja Akhir ( 16-19 tahun)
2.      Manunjukkan pengungkapan kebebasan diri
3.      Lebih selektif mencari teman
4.      Memiliki citra (gambaran, keadaan, peranan) terhadap dirinya
5.      Mulai dapat mewujudkan perasaan cinta
6.      Berpikiran abstrak
Selain ciri umum diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pada masa ini terdapat beberapa perkembangan khusus pada remaja, antaralain:
*      Perkembangan Biologis
Perubahan fisik (pubertas) sebagai hasil aktifitas hormonal dibawah pengaruh sistem saraf pusat. Perubahan fisik tampak pada pertumbuhan peningkatan fisik serta perkembangan karakteristik seks sekunder.

*      Perkembangan Psikologis
Sifat kritis sebagai bentuk perkembangan pada masa remaja menghasilkan terbentuknya identitas. Pada masa ini mereka mulai melihat dirinya sebagai individu yang lain.

*      Perkembangan Kognitif
Kemampuan berfikir abstrak mencapai puncaknya. Remaja tidak dibatasi lagi dengan kenyataan dan aktual yang konkret, remaja juga memerhatikan kemungkinan yang akan terjadi.

*      Perkembangan Moral
Dalam memperoleh autonomi dari orang dewasa, remaja harus menggantikan seperangkat moral dan nilai mereka sendiri.

*      Perkembangan Sosial
Remaja harus membebaskan diri mereka dari dominasi keluarga dan menetapkan sebuah identitas yang mandiri dari kewenangan keluarga. Masa remaja adalah masa dengan kemampuan bersosialisasi yang kuat terhadap teman dekat dan teman sebaya.

*      Perkembangan Seksual
Peserta didik pada usia sekolah menengah (masa remaja)  berusaha secara total menemukan satu identitas, berupa perwujudan orientasi seksual yang tercermin dari hasrat seksual, emosional, romantis, dan atraksi kasih sayang kepada anggota jenis kelamin yang sama atau berbeda atau keduanya. Seseorang peserta didik yang tertarik pada anggota jenis kelamin lain disebut heteroseksual. Sebaliknya, seseorang yang terterik pada anggota jenis kelamin yang sama disebut homoseksual

*      MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran yang di maksud adalah bentuk pembelajaran yang terdeskripsikan dari awal sampai akhir yang disajikan secara khusus oleh tenaga pendidik, yang merupakan bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Ada banyak model pembelajaran dan beberapa yang disarankan pada tahap / jenjang pendidikan SMA, namun diantaranya yang belakangan ini cukup menarik yang sempat merupakan kurikulum pengajaran SMA tahun 2013 silam, adalah sebagai berikut:

1. Inquiry Based Learning

  • Observasi/Pengamatan
  • Mengajukan pertanyaan 
  • Mengajukan hipotesis/dugaan, mengasosiasi atau melakukan penalaran.
  • Mengumpulkan data yang terakait dengan hipotesa atau pertanyaan yang diajukan/memprediksi dugaan
  • Merumuskan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data yang telah diolah atau dianalisis, mempresentasikan atau menyajikan hasil temuannya.

2. Discovery Based Learning

  • Stimulation (memberi stimulus); bacaan, atau gambar, atau situasi, sesuai dengan materi pembelajaran/topik/tema. 
  • Problem Statement (mengidentifikasi masalah); menemukan permasalahan menanya, mencari informasi, dan merumuskan masalah.
  • Data Collecting (mengumpulkan data); mencari dan mengumpulkan data/informasi, melatih ketelitian, akurasi, dan kejujuran, mencari atau merumuskan berbagai alternatif pemecahan masalah
  • Data Processing (mengolah data); mencoba dan mengeksplorasi pengetahuan konseptualnya,  melatih keterampilan berfikir logis dan aplikatif.
  • Verification (memferifikasi); mengecek kebenaran atau keabsahan hasil pengolahan data, mencari sumber yang relevan baik dari buku atau media, mengasosiasikannya menjadi suatu kesimpulan.
  • Generalization (menyimpulkan); melatih pengetahuan metakognisi peserta didik.

3. Problem Based Learning

  • Orientasi pada masalah; masalah yang menjadi objek pembelajaran yang diamati.
  • Melakukan pengorganisasian kegiatan pembelajaran; menyampaikan berbagai pertanyaan terhadap masalah kajian.
  • Penyelidikan secara mandiri maupun kelompok; melakukan percobaan untuk memperoleh data dalam menyelesaikan masalah yang dikaji.
  • Pengembangan dan Penyajian hasil; mengasosiasi data yang ditemukan dengan berbagai data lain dari berbagai sumber. 
  • Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah; 

4. Project  Based Learning

  • Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek
  • Mendesain perencanaan proyek
  • Menyusun jadwal sebgai langkah nyata dari sebuah proyek.
  • Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek
  • Menguji hasil
  • Mengevaluasi kegiatan/pengalaman

*      METODE PEMBELAJARAN
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan model pembelajaran diatas, beberapa metode yang dapat digunakan adalah:
1)   Diskusi
2)   Eksperimen
3)   Demonstrasi

4)   Simulasi

Jumat, 03 Maret 2017

Contoh-Contoh Kasus Pembelajaran Klasik,Operan,dan Kognitif Dalam Kehidupan Sehari-hari



Mungkin banyak orang yang mengatakan bahwa belajar merupakan suatu aktifitas pemindahan informasi lewat kegiatan yang beruang lingkup tertentu seperti membaca, menulis, dan sebagainya. Namun, ternyata banyak hal yang telah kita dapat yang merupakan hasil dari kegiatan pembelajaran namun lewat cara yang berbeda. Learn from experiences. Istilah ini cocok untuk mendeskripsikan bahwa pembelajaran tidak hanya beruanglingkup pada kegiatan belajar formal, namun faktor-faktor eksternal lainnya juga ikut berperan terhadap pemahaman kita terhadap dunia. Sebelum kita melihat contoh-contoh Kasus Pembelajaran Klasik, operan dan kognitif dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita telusuri beberapa metode dari jenis-jenis metode pembelajaran.

Defenisi Pembelajaran Klasik (Classical Conditioning)
·         Sebuah bentuk pembelajaran asosiatif dimana stimulus netral menjadi diasosiasikan dengan stimulus yang bermakna dan menimbulkan kemampuan untuk mengeluarkan respon yang serupa.
·         Perubahan perilaku yang terjadi akibat stimulus netral diasosiasikan dengan stimulus ilmiah.



Defenisi Pembelajaran Operan (Operant Conditioning)
·         Sebuah bentuk pembelajaran dimana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan terulang lagi. Pembelajaran dimana konsekuensi dari perilaku mengarahkan pada probabilitas perilaku.



Defenisi pembelajaran Kognitif (Cognitive Learning)
Teori pembelajaran kognitif, merupakan salah satu teori belajar yang menyatakan bahwa “belajar merupakan suatu peristiwa mental yang berhubungan dengan berfikir, perhatian, persepsi, pemecahan masalah dan kesadaran”





CONTOH KASUS CLASSICAL CONDITIONING
  1. Iklan Pil kesehatan dan Kecantikan Mastin yang memiliki lagu yang terkesan unik sehingga tak jarang banyak orang yang menghapal lagu tersebut. Hal ini menjadi stimulus bagi para konsumen dan memengaruhi perilaku konsumen.
  2. Filipus mempunyai tetangga yang tinggal berdempetan dengan rumahnya. Filipus dan tetangganya sama-sama mempunyai mobil dan motor. Tapi Filipus dapat membedakan suara mana yang merupakan kendaraan milik keluarganya, mana yang merupakan suara kendaraan tetangganya.
  3. Suara adzan yang mengisyaratkan ke-5 waktu shalat wajib bagi para umat muslim
  4. Bunyi Bel di sekolah sebagai penanda waktu masuk sekolah, pergantian jam belajar, penanda waktu istirahat dan sebagai penanda waktu pulang
  5.  Pertunjukan atraksi Lumba-Lumba dimana selain dilatih, Lumba–Lumba tersebut diberikan stimulus berupa makanan untuk melakukan atraksi
CONTOH KASUS OPERANT CONDITIONING
  1. Arya sangat susah jika sudah waktunya makan siang. Dia tidak mau makan sampai harus berkejar-kejaran dengan sang ibu. Maka, sang ibu berjanji jika Arya dapat menghabiskan makan siangnya, ibu akan mengajaknya keliling naik kereta di mall pada malam harinya. (Positive Reinforcement)
  2. Saat Rosi duduk di kelas 6 SD, dia mendapat ranking 5. Melihat prestasinya, ayah mengatakan jika Rosi dapat menaikkan rankingnya sampai ranking 3 maka dia akan diberi sepatu sekolah yang baru. (Positive Reinforcement)
  3. Pak Sudin adalah guru yang disiplin dalam hal mendidik murid-muridnya, sehingga jika ada murid yang tidak membawa buku maka beliau akan segera memberikan hukuman pada murid tersebut. Tono lupa membawa buku saat pelajaran Pak Sudin sehingga dia diberi hukuman. Minggu depannya saat pelajaran Pak Sudin, Tono tidak lupa lagi untuk membawa buku. (Punishment)
  4. Seluruh murid kelas 2 SMP  diberikan tugas untuk memberikan laporan hasil pengamatan kecambah dari biji kacang hijau. Farah sudah menyelesaikan tugas dan mengumpulkannya dengan tepat waktu sehingga guru tidak lagi menegur Farah, sehingga dia makin sering mengerjakan tugas serta mengumpul tepat waktu. (Negative Reinforcement)
  5. Pada iklan Top Kopi dimana IwanFals (Primary Stimulus) yang merupakan sebuah penyanyi sekaligus public figure menyemboyankan “Jangan mengaku orang Indonesia kalau belum coba Top Kopi” (Secondary Stimulus). Hal ini akan membuat para konsumen akan mencoba produk Top Kopi, utamanya para pecinta IwanFals.


Contoh Teori Belajar Kognitif
Berikut contoh kasus teori belajar kognitif yang kita alami di kehidupan sehari-hari,
  1. Pada saat kita terbangun pagi karena bunyi beker, kita memutuskan tindakan apa yang kita lakukan, yaitu mematikan jam beker dan melanjutkan tidur lagi. Atau mematikan jam beker lalu beranjak dari tempat tidur dan mulai beraktifitas.
  2. Seorang penjelajah alam sedang berdiri menatap dua sisi jalan di hadapannya. Ia harus memutuskan jalan mana yang akan ia lalui agar cepat sampai kesungai karena ia sudah kehausan. Jalan yang pertama adalah jalan yang biasa dilalui penjelajah lain, tetapi jalan itu mengambil rute memutar dan lebih jauh dari jalan kedua. Jalan kedua, adalah jalan yang sama sekali belum dilewati oleh seorang pun. Tetapi jalan itu masih dipenuhi dengan semak belukar, suara air sungau yang bergemericik terdengar dari sisi jalan kedua ini. Si penjelajah pun memutuskan untuk memilih jalan yang kedua dengan pertimbangan, ia sudah sangat haus dan merasa lemas untuk menempuh perjalanan jauh lagi, ia juga mempunyai kapak di tangan yang bisa ia gunakan untuk membabat semak belukar tersebut. Ia pun memilih jalan  kedua.
  3. Seorang anak belajar menghitung menggunakan sempoa. Ia menganalogikan angka 1, 2, 3, dan seterusnya dengan jumlah bulatan atau batang pada sempoa. Sehingga anak itu bisa mengoperasikan penjumlahan dan pengurangan dengan benar memakai alat bantu hitung sempoa. Ini termasuk dalam tahap simbolik teori belajar milik Burner.
  4. Saat kita mengalami masalah dalam mencuci baju yang sudah kita rendam sebelumnya dikarenakan ada pemadaman listrik,  jadi kita tidak bisa menggunakan mesin cuci untuk mencuci baju kita. Maka kita akan memikirkan cara lain untuk mencuci baju tersebut yaitu dengan cara tradisional menggunakan sikat baju. Cara ini lebih dipilih dari pada menunggu listrik sampai hidup
  5. Seorang tuna netra yang dapat mengenal huruf tanpa melihat, dengan belajar huruf braille. Hanya dengan menggunakan indera peraba (jari-jari tangan) untuk meraba titik-titik timbul yang telah tersusun secara sistematis untuk mewakili huruf-huruf yang sebenarnya.

Kesimpulan:
  • Pembelajaran Operan (operant conditioning) adalah proses belajar yang mana perilaku atau respon yang mendapat penguatan berupa sesuatu yang disukai oleh individu akan cenderung diulang-ulang..
  • Teori belajar kognitif dalam proses pembelajaran, yaitu perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku, menekankan pada gagasan bahwa pada bagian-bagian suatu situasi berhubungan dengan konteks seluruh situasi tersebut. Pengetahuan dibangun dalam diri seseorang melalui proses interaksi yang bersinambungan dengan lingkungan.
  • Penerapan classical conditioning merupakan metode perlakuan dalam merubah perilaku yang bersifat mal-adaptif dan merubahnya menjadi perilaku yang adaptif. 


Jadi, segala perilaku yang terjadi pada diri manusia semuanya berasal dari proses belajar yang berdasarkan pada pengalaman (Classical Conditioning), konsekuensi (Operant Conditioning),dan proses berfikir(Kognitif Learning).







Jumat, 02 Desember 2016

Mengaplikasikan Psikologi pada Abad ke-21



Akhir – akhir ini, media massa dipenuhi dengan banyak ulasan yg mengatakan bahwa dunia sekarang sedang mengadapi berbagai masalah-masalah yg memerlukan solusi yg tidak mudah. Disisi lain, beberapa psikolog mulai bangkit, mendedikasikan energi dan keahlian mereka untuk menanggani masalah-masalah tersebut serta meningkatkan kondisi manusia.
Banyak hal yg dapat diselesaikan dengan cara psikologis. Berikut beberapa topik-topik yg mewakili dari begitu banyak masalah yg ditujukan kepada psikolog:

·         Penyebab Terorisme
Contoh pertanyaan yg timbul pada seorang psikolog, “Mungkinkah adanya suatu kelaian psikologis pada pelaku?” atau “Mungkinkah terdapat paham tertentu yg mendasari mereka berbuat demikian, dan pantaskah?” Para Psikolog berusaha mencari tahu faktor-faktor yg mendorong seseorang untuk melakukan tindakan terrorisme, bahkan bunuh diri, dan mengapa mereka bisa melakukan sampai seperti itu hanya dengan berdasar  pada paham tertentu.

·         Mengatasi Krisis Ekonomi
Ekonomi (Finansial) yg bermasalah dapat mengakibatkan stress yg cukup tinggi. Para psikolog mempelajari bagaimana masalah ini dapat juga memengaruhi hubungan keluarga dan menghasilkan masalah psikologis, terutama terhadap anak dari sebuah keluarga yg sedang mengalami krisis ekonomi tersebut. Disini psikolog dapat membantu dengan menggunakan strategi coping, yaitu cara seorang individu untuk mengatasi situasi atau masalah tersebut dengan efektif, untuk mencegah efek lebih lanjut. (Conger dan Donellan, 2007; Unal-Karaguven, 2009)

·         Saksi mata kejahatan yg kurang akurat mengingat kejadian kasus dan peningkatan presisi (ketepatan) keterangan saksi mata
Ada saatnya dimana dalam suatu kasus, seorang saksi kejahatan memiliki pengakuan yg tidak akurat dan bias. Hal ini disebabkan karena memori dari saksi tersebut sering terkaburkan oleh emosi dan pertanyaan penyidik kepolisian yg menyebabkan respon yg tidak akurat. Disini, psikolog membuat petunjuk nasional untuk mendapatkan memori saksi yg lebih akurat saat penginvestigasian.

·         Apakah berkirim SMS ketika mengemudi menurunkan kemampuan seseorang dalam mengemudikan kendaraan?
Meskipun banyak yg menyatakan bahwa dirinya dapat mengemudi sambil berbicara lewat telepon ataupun mengetik SMS dengan baik. Ternyata secara psikologis, berbicara dengan telepon baik dengan hands free maupun tidak, dapat mengacaukan kemampuan seseorang dalam mengemudi. (Charlton, 2009; Drews, Pasupathi & Strayer, 2008; Strayer, et al., 2005; Taggi, et al., 2007)

·         Akar dari kegemukan dan Cara mendorong pola makan lebih sehat dan kondisis fisik yg lebih prima.

Ada beberapa orang yg lebih mudah gemuk, ada yg tidak. Kegemukan sendiri dapat disebabkan berbagai banyak faktor seperti biologis, sosial, dan psikologis. Tidak ada cara yg dapat memberikan perbaikan instan, namun para psikolog merekomendasikan beberapa strategi agar dapat pencapaian klien dalam menurunkan berat badan tercapai dengan mudah. (Maclean, el at., 2009; Neumark-Sztainer, 2009; Puhl & Latner, 2007)  

New Danganronpa V3: Everyone's New Semester of Killing

New Danganronpa V3: Everyone's New Semester of Killing(NEWダンガンロンパV3 みんなのコロシアイ新学期 New Danganronpa V3: Minna no Koroshiai Shin Gakkiadalah sebuah game visual novel yang akan datang dalam seri Danganronpa, yang dikembangkan oleh Spike Chunsoft. Ini judul utama ketiga dalam seri game dan itu baik sekuel dan sesuatu yang baru untuk seri.
Seperti judul "New" menyiratkan, permainan memiliki alur cerita yang sama sekali berbeda, karakter dan lingkungan dari tiga pertandingan pertama ( "Harapan Puncak Academy" alur cerita berakhir dengan sebuah serial anime), dengan maskot hanya seri 'Monokuma kembali. "V" dalam judul singkatan dari "kemenangan."

Tema keseluruhan disebutkan menjadi "keren psiko", tidak seperti "psiko pop" dan "psycho tropis" Tema dari dua pertandingan pertama. Gaya visual akan memiliki "keren gambar seperti orang dewasa" dan Ujian Kelas akan memiliki "kecepatan tinggi tindakan penalaran". Sementara alur cerita dan enam belas karakter baru yang berbeda, gameplay mirip dengan game sebelumnya, termasuk eksplorasi, berbicara dengan karakter lain dan Trials Class. Ini akan memiliki tambahan penting dan perbaikan, meskipun, seperti kemungkinan untuk menggunakan kebohongan Anda sendiri untuk mengalahkan lawan selama persidangan.

Permainan ini memiliki permainan pembunuhan baru yang disebut New Membunuh Kehidupan Sekolah. Ia juga memiliki enam belas karakter baru dan pengaturan baru yang disebut Berbakat Narapidana Academy atau Sekolah Penjara untuk Berbakat. The Academy (dan hotel) adalah di sebuah taman yang dikelilingi oleh kandang. Ini tersirat bahwa cerita diatur di masa depan.

Ini rencananya akan dirilis untuk PlayStation 4 dan PlayStation Vita pada 12 Januari 2017 di Jepang.



Gameplay

Gameplay yang mirip dengan permainan utama sebelumnya, dengan masing-masing bab dibagi menjadi tiga bagian; Daily Life, Deadly Life, and Class Trial, meskipun perubahan penting dengan uji coba kelas dapat dilihat di trailer. Di dalamnya, Anda bisa melihat beberapa Shirokumas dan Kurokumas (kemungkinan besar digunakan sebagai penampung untuk mencegah memanjakan setiap karakter masa depan) yang diangkat ke atas dari kursi masing-masing, menyoroti bahwa uji coba kelas mungkin memiliki suasana yang lebih intens. Juga, pemain bisa mendengarkan beberapa kesaksian sekaligus, lebih dari sebelumnya.
Selama Trials Class, Anda akan mengalahkan lawan dengan "kebohongan", menggunakan fabrikasi peluru kebenaran. Ada situasi di mana kebohongan diperlukan. Untuk menggunakannya, Anda harus menahan tombol api untuk peluru kebenaran. Dengan melakukan ini, Anda dapat mengubah "Truth Bullets" menjadi "Lie Bullets". Dengan demikian, Anda memutar peluru kebenaran asli ke kebalikan dari apa yang mereka punya. Jika api peluru anda kebohongan menjadi titik lemah yang cocok, Anda dapat mematahkan pernyataan itu. Namun, dengan menggunakan peluru kebohongan adalah opsional, sehingga Anda dapat memajukan debat dengan hanya kebenaran peluru. Dengan menggunakan peluru kebohongan, Anda dapat mengakses rute pendek memotong atau kembali untuk bergerak melalui permainan. Hal ini akan menyebabkan perkembangan yang berbeda dari rute langsung.

"Scrum Debate" adalah sistem baru yang membagi perdebatan menjadi dua sisi yang berbeda keyakinan.

"Panic Debat" lain sistem baru di mana beberapa siswa akan berbicara pada saat yang sama. Karena itu, layar akan dibagi untuk beberapa karakter bagi mereka untuk memberikan kesaksian terpisah pada saat yang sama. Orang normal tidak akan mampu memberitahu apa yang mereka katakan ketika mereka berbicara sekaligus, apalagi yang mengatakan apa. Namun, Kaede, menggunakan bakatnya sebagai Ultimate Pianist mampu untuk mencari tahu apa yang dikatakan dan yang mengatakan itu. kemampuannya ini mirip dengan bagaimana Ibuki Mioda dari Danganronpa 2:. Selamat tinggal Keputusasaan bisa mencari yang mengatakan apa dalam gelap selama pembunuhan 1 sistem ini mirip dengan normal "Non-Stop Debate", tetapi jauh lebih sulit karena Anda harus bersaing dengan beberapa kesaksian di sekali, sambil tidak membingungkan satu kesaksian dengan yang lain.


Seiring dengan Trials Class, permainan termasuk gameplay akrab lain seperti bagian eksplorasi dan berbicara dengan karakter lain, yang juga telah ditingkatkan.

Characters

Headmaster

Voiced by: Tarako
  • Monokuma (モノクマ) (Headmaster / 校長)

Students

  • Kaede Akamatsu (赤松 楓) (Ultimate Pianist / 超高校級の「ピアニスト」)
  • Kiibo (キーボ) (Ultimate Robot / 超高校級の「ロボット」)
  • Kaito Momota (百田 解斗) (Ultimate Astronaut / 超高校級の「宇宙飛行士」)
  • Maki Harukawa (春川 魔姫) (Ultimate Nursery School Teacher / 超高校級の「保育士」)
  • Tenko Chabashira (茶柱 転子) (Ultimate Aikido Master / 超高校級の「合気道家」)
  • Kokichi Oma (王馬 小吉) (Ultimate Supreme Ruler / 超高校級の「総統」)
  • Shuichi Saihara (最原 終一) (Ultimate Detective / 超高校級の「探偵」)
  • Ryoma Hoshi (星 竜馬) (Ultimate Tennis Player / 超高校級の「テニス選手」)
  • Tsumugi Shirogane (白銀 つむぎ) (Ultimate Cosplayer / 超高校級の「コスプレイヤー」)
  • Rantaro Amami (天海 蘭太郎) (Ultimate ???)
  • Miu Iruma (入間 未兎) (Ultimate Inventor / 超高校級の「発明家」)
  • Gonta Gokuhara (獄原 ゴン太) (Ultimate Entomologist / 超高校級の「昆虫博士」)
  • Himiko Yumeno (夢野 秘密子) (Ultimate Magician / 超高校級の「マジシャン」)
  • Korekiyo Shinguji (真宮寺 是清) (Ultimate Folklorist / 超高校級の「民俗学者」)
  • Angie Yonaga (夜長 アンジー) (Ultimate Fine Artist / 超高校級の「美術部」)
  • Kirumi Tojo (東条 斬美) (Ultimate Maid / 超高校級の「メイド」)

Monokumarz

Voiced by: Kōichi Yamadera



Kamis, 01 Desember 2016

MENGENAL MICROSOFT WORD 2007 - OFFICE BUTTON SEBAGAI PENGELOLA FILE DOKUMEN



Microsoft Word (MS Word) adalah program untuk mengolah kata. Program ini umumya digunakan untuk menulis dokumen misalnya karya tulis, skripsi, novel, dan sebagainya. MS Word banyak dipakai saat ini dibandingkan dengan program pengolah kata lainnya, seperti WordStar, AmiPro, Word-Perfect dan lain-lain. Hal ini dikarenakan fasilitas yang disediakan, kemudahan dalam menggunakan, hasil yang diperoleh, tampilan yang menarik dan lain sebagainya.
Ada versi terbaru MS Word setelah MS Word 2003 bertahan sebagai software pengolah kata favorit yaitu MS Word 2007.

Office Button berada di sudut kiri atas jendela aplikasi. Pada Office Button berisi fungsi perintah antara lain New, Open, Save, Save As, Print, Prepare, Send, Publish, dan Close.


Gambar 2.1 Office Button


Gambar 2.2 Fungsi perintah Office Button

 

Berikut adalah kegunaan dan contoh pemakaian fungsi perintah.
2.1 NEW (Membuat Dokumen Baru)
Untuk membuat dokumen baru klik pada Office Button kemudian New (Ctrl+N). Akan terbuka kotak dialog New Document untuk menentukan jenis dokumen.

 Gambar 2.3 Kotak Dialog New Document

Terdapat 2 macam pilihan pada Blank and recent, yaitu:
·      Blank document
Untuk membuat dokumen kosong baru dengan format dan desain standar.
Penggunaan:
Office Button > New > Blank Document > Create

Gambar 2.4 Tampilan lembar dokumen kosong
·      New blog post
Untuk membuat artikel blog baru yang dapat dipublikasikan melalui internet sehingga menjadi sebuah halaman web.
Penggunaan:
Office Button > New > New Blog Post > Create
Jika belum memiliki account blog, daftarkan diri pada layanan blog yang direkomendasikan Microsoft Office Online. Untuk melewati pendaftaran account blog klik Register Later.

Gambar 2.5 Lembar kerja New Blog Post


2.2 OPEN (Membuka Dokumen)
Untuk membuka dokumen yang tersimpan di komputer klik pada Office Button kemudian Open (Ctrl+O). Akan terbuka kotak dialog Open untuk memilih dokumen yang akan dibuka. Pilih lokasi dan nama file yang akan dibuka. Setelah itu klik tombol Open.

Gambar 2.6 Memilih dokumen untuk dibuka
2.3 SAVE (Menyimpan Dokumen)
Untuk menyimpan dokumen aktif yang sedang dibuka pada jendela Microsoft Word klik pada Office Button kemudian Save (Ctrl+S). Jika dokumen masih baru, maka akan muncul kotak dialog pemberian nama file dan penentuan lokasi penyimpanan. Jika dokumen lama, maka file akan disimpan sesuai dengan nama dokumen.

Gambar 2.7 Menyimpan Dokumen
2.4 SAVE AS (Save dengan Nama, Lokasi dan Format File Lain)
Untuk menyimpan dokumen dengan nama lain, format file lain dan lokasi penyimpanan lain. Biasanya untuk membuat backup dokumen. Klik menu Office Button > Save As >…………… atau Save As (F12).
Terdapat 5 pilihan format file antara lain:
·      Word Document: Format file standar (.docx)
·      Word Template: Format file standar (.dotx)
·      Word 97-2003: Format file .doc (versi 97-2003)
·      Find Add-ins for other file formats: Membuat dokumen portable format file PDF atau XPS.
·      Other Formats: dokumen word, template, html, rtf, dan xml.

Gambar 2.8 Tampilan pilihan format file
2.5 PRINT (Mencetak dokumen)
Untuk mencetak dokumen aktif klik pada Office Button kemudian Print (Ctrl+P). Terdapat 3 pilihan fitur tambahan, yaitu Print, Quick Print, dan Preview.


Gambar 2.9 Tampilan pilihan fitur pada Print
Fungsi-fungsi fitur:
·      Print (Ctrl+P): untuk mencetak dengan mengatur setting, misalnya jenis printer, halaman yang akan dicetak, jumlah copy cetakan, dan sebagainya.
·      Quick Print: untuk mencetak dokumen secara cepat tanpa mengatur setting percetakan(secara default).
·      Print Peview: untuk melihat terlebih dahulu hasil percetakan dokumen sebelum dicetak melalui printer.

Gambar 2.10 Mengatur setting percetakan (Ctrl+P)

Gambar 2.11 Tampilan Print Preview
2.6 PREPARE (Menyempurnakan Dokumen)
Untuk menyiapkan dokumen aktif agar siap didistribusikan filenya klik pada Office Button kemudian Prepare. Terdapat 7 pilihan fitur tambahan, yaitu Properties, Inspect Document, Encrypt Document, Restict Document, Add a Digital Signature, Mark as Final, dan Run Compatibility Checker.

Gambar 2.12 Tampilan pilihan fitur pada Prepare
Fungsi-fungsi fitur tambahan:
·      Properties: untuk memeriksa dan menambahkan properti atau keterangan singkat mengenai dokumen aktif.
·      Inspect Document: untuk memeriksa bagian-bagian dokumen yang akan didistribusikan.
·      Encrypt Document: untuk menambah pengaman pada dokumen berupa pemberian password.
·      Restict Document: untuk mengatur hak pemakaian file dokumen yang aktif, agar dapat diberi pengamanan saat didistribusikan via internet.
·      Add a Digital Signature: untuk menambahkan tanda tangan digital pada dokumen aktif.
·      Mark as Final: untuk menandai bahwa dokumen telah selesai. Dokumen hanya dapat dibaca dan tidak dapat diedit lagi.
·      Run Compatibility Checker: untuk memeriksa kemungkinan dukungan MS Word versi lama, agar dokumen dapat dibuka melalui MS Word versi lama.

2.7 SEND (Mengirimkan Dokumen)
Untuk mengirim dokumen ke orang lain menggunakan media internet. Terdapat 2 fitur antara lain E-mail (via E-mail), dan Internet Fax (via Internet Fax).

Gambar 2.13 Tampilan pilihan fitur Send

2.8 PUBLISH (Mempublikasikan Dokumen)
Untuk mempublikasikan file atau materi dokumen ke lokasi lain. Terdapat 3 pilihan fitur antara lain Blog (memposting artikel baru pada web blog), Document Management Server (mempublikasikan dokumen ke alamat server pengelola dokumen di dalam jaringan computer), dan Create Document Workspace (memuat dokumen baru yang hanya dapat diakses oleh beberapa user sekaligus).

Gambar 2.14 Tampilan pilihan fitur pada Publish

2.9 CLOSE (Menutup Dokumen)
Untuk menutup dokumen aktif tanpa keluar dari aplikasi Microsoft Word.

2.10 WORD OPTIONS
Untuk mengatur ulang kinerja Microsoft Word. Secara default, pengaturan awal sudah cukup memadai.

2.11 EXIT WORD
Untuk menutup dokumen aktif, sekaligus menutup jendela aplikasi Microsoft Word. Tindakan Exit biasanya dilakukan dengan menekan tombol Close (X) pada sudut kanan atas jendela Microsoft Word.


Gambar 2.15 Button Word Options dan Exit Word



Berikut beberapa info mengenai office buton pada MS. Word 2007 beserta fungsinya.
Info selengkapnya dapat dilihat pada resesensi penulisan artikel ini pada website/blog: